Kamis, 11 Juni 2015

Autobiography Aung San Suu Kyi "The Lady"



Kisah suka dan duka Suu Kyi “The Lady”
Aung San Suu Kyi adalah tokoh aktivis ternama dan merupakan seorang politisi oposisi Burma dan ketua Liga Nasional Untuk Demokrasi (NDL) di Burma. Beliau lahir pada tanggal 19 Juni 1945. Memiliki nama asli Daw Aung San Suu Kyi, ia dilahirkan oleh orang tua yang memang berkutat didunia politik Burma. Ayahnya adalah seorang tokoh pahlawan kemerdekaan Burma dan ibunya adalah duta besar wanita pertama Burma untuk India dan Nepal.
Tragedi awal yang terjadi adalah tepat ketika 2 tahun setelah kelahiranya Ayahnya yang sedang giat untuk membebaskan Burma dari Inggris ditembak mati oleh sainganya saat sedang berunding. Setelah kejadian tersebut, Ibu Suu Kyi yaitu Khin Kyi membawanya ke India. Suu Kyi menempuh pendidikan di India yaitu di Universitas Delhi kemudian Berikutnya, dia melanjutkan pendidikannya di Oxford University di bidang filosofi, politik, dan ekonomi di St. Hugh’s College. Setelah lulus ia melanjutkan pendidikannya di New York dan bekerja untuk pemerintah Persatuan Myanmar. Tanggal 1 januari 1972, dia menikah dengan Dr. Michael Aris dan menghasilkan dua orang putra, yaitu Alexander dan Kim.
Pada tahun 1962 Diktator U Ne Win melakukan kudeta yang kemudian mendapatkan protes besar dari intermiten kebijakanya sampai ke decade selanjutnya. Di tahun 1988 ia mengundurkan diri dari jabatanya di 2 partai dan bekerja dibelakang layar untuk mengatur berbagai tanggapan kekerasan terhadap protes. Pada dasarnya ia meninggalkan Negara itu di tangan Junta Militer.

Kembalinya Suu Kyi ke Burma
Setelah bertahun-tahun Suu Kyi tinggal di luar negeri, Suu Kyi memutuskan kembali ke Myanmar pada tahun 1988. Beliau kembali karena melihat banyak sekali terjadi pembantaian demonstran rally terhadap aturan brutal yang di buat oleh Diktator U Ne Win dan aturan tangan besinya. Selama di luar negeri ia juga melihat banyak sekali kekerasan terhadap wanita dan pemenjaraan yang dilakukan oleh pihak inggris. Itulah yang membuat hati nuraninya terpanggil untuk membantu rakyatnya.  Bahkan sebelum ia menikah, Suu Kyi memberikan surat kepada suaminya yang  mengatakan bahwa negaranya sedang membutuhkanya dan suaminya harus membantunya. Baginya negara adalah yang nomor satu dan harus didahulukan daripada kepentinganya.
Kedatangan Suu Kyi disambut baik oleh rakyat Myanmar karena dalam aksinya ia berbicara bahwa dia menentang dan memperkarsai sebuah gerakan non kekerasan untuk mencapai demokrasi dan hak asasi manusia di Myanmar. Namun aksi yang dilakukan Suu Kyi mendapatkan banyak sekali tantangan dari Diktator U Ne Win karena dianggap mengancam keberlangsungan aturan yang sudah dibuat sebelumnya. Bahkan untuk mencegah aksi yang dilakukan oleh Suu Kyi, pemerintah setempat bahkan memboikot keluarga Suu Kyi yaitu suami dan kedua anaknya kembali ke Inggris dan melarangnya untuk masuk ke Myanmar untuk mengunjungi Suu Kyi yang tengah berjuang sendirian.

Tahanan Rumah
Tidak butuh waktu lama bagi Junta Militer untuk melihat usahanya pada Juli 1989 pemerintah militer Burman berganti nama menjadi “Uni Myanmar”. Kemudian pada 1989 pemerintah menempatkan Suu Kyi dalam tahanan rumah di rumahnya di Universitas Avenue dan dilarang untuk bertemu dengan keluarganya. Walaupun militer Uni menyetujui untuk membebaskanya dengan syarat ia harus pergi meninggalkan negara tersebut, Suu Kyi memilih untuk menolak dan tetap ingin melanjutkan perjuanganya. Tahun 1990 partai yang dipimpinya memenangkan 80% kursi di pemilu namun, hasil pemilu tersebut diabaikan oleh Junta. Padahal di asumsikan bahwa Suu Kyi akan diposisikan sebagai Perdana Menteri yang kenyataanya tidak akan diijinkan karena tidak berdiri sebagai calon dalam pemilihan. Sebaliknya pemilu tersebut dibatalkan dan militer menolak untuk menyerahkan kekuasaan yang kemudian mendapat kecaman international.
Selama Suu Kyi berjuang sendirian demi membela Burma, suami beliau Dr. Michael Aris  tidak pantang arang dan tetap memberikanya dukungan dan bantuan kepadanya selama di Inggris. Dr. Michael Aris berusaha mendukung istrinya untuk mendapatkan penghargaan nobel perdamaian. Sampai akhirnya ia mendapatkan nobel perdamaian di tahun 1991 yang di wakilkan oleh kedua putranya yaitu Alexander dan Kim. Hadiah dari nobel perdamaian dunia yang ia peroleh sebesar 1,3 juta USD yang kemudian digunakan untuk membangun kepercayaan, kesehatan dan pendidikan rakyat di Burma. Selama ia menjadi tahanan rumah, Suu Kyi banyak membaca buku filsafat, politik dan biografi yang dikirimkan suaminya dan bermain piano karena tidak banyak yang bisa ia lakukan.
Suu Kyi dibebaskan dari tahanan rumah 7 tahun kemudian yaitu pada Juli 1995. Di tahun kemudian ia menghadiri kongres NDL yang ternyata masih mendapatkan tekanan dan pelecehan dari pihak militer. Kemudian tak putus asa ia mendirikan komite perwakilan dan dinyatakan sebagai badan pengatur yang sah di negara tersebut tahun 1998. Dan respon yang didapati dari dibangunya sebuah komite tersebut adalah Suu Kyi kembali di jadikan tahanan rumah oleh Junta pada september 2000 yang kemudian dilepaskan pada tahun 2002.
Tak sampai disitu, perjuangan Suu Kyi kemudian berlangsung pada terjadinya bentrok di jalan-jalan antara NDL dengan demonstran pro-pemerintah yang kemudian menjadi mesar dan memaksa pemerintah untuk kembali menjatuhi hukuman kepada Suu Kyi sebagai tahanan rumah pada tahun 2003. Hukuman tersebut kemudian di perbaharui menjadi tahunan yang kemudian mendapatkan protes dari masyarakat international yang berupaya memberikan bantuan untuk  membebaskanya walaupun pada akhirnya tidak berhasil.
Di tahun 2007 Suu Kyi memilih non kekerasan sebagai taktik politik bijaksana. “saya tidak tahan non kekerasan untuk alasan moral, tetapi untuk alasan politik dan praktis”kata beliau. Aung San Suu Kyi sudah ditempatkan menjadi tahanan rumah selama 15 tahun dari 21 tahun terakhir, pada berbagai kesempatan karena ia memulai karir politiknya yang menentang pemerintahan. Meskipun sebenarnya ia diijinkan untuk meninggalkan rumah tahanannya dengan syarat begitu ia meninggalkan  rumah tahananya berarti ia tidak akan pernah kembali, ia tetap memilih untuk mengorbankan hidupnya dengan suami dan anak-anaknya untuk berdiri pada orang-orangnya yaitu rakyat Burma. Beliau mengatakan "Sebagai seorang ibu, pengorbanan besar itu menyerah anak-anak saya, tapi Saya selalu menyadari fakta bahwa orang lain telah menyerah lebih dari saya. Saya tidak pernah lupa bahwa rekan-rekan saya yang berada di penjara menderita tidak hanya secara fisik, tapi mental untuk keluarga mereka yang tidak memiliki keamanan luar-dalam penjara yang lebih besar dari Burma di bawah otoriter memerintah. "
 Pemerintah Burma memenjarakan Suu Kyi karena melihat dirinya sebagai seseorang "mungkin merusak perdamaian dan stabilitas masyarakat" negara, dan digunakan baik Pasal 10 (a) dan 10 (b) dari Undang-Undang Perlindungan Negara 1975 (pemberian pemerintah kekuatan untuk memenjarakan orang selama lima tahun tanpa pengadilan), dan Pasal 22 dari "Hukum untuk Perlindungan Negara Terhadap Bahaya Mereka Berkeinginan untuk Penyebab Subversif Kisah" sebagai alat hukum terhadap dirinya.  Dia terus meminta penahanannya, dan banyak negara dan tokoh terus menyerukan pembebasannya dan bahwa dari 2.100 tahanan politik lainnya di negara itu. Pada tanggal 12 November 2010, beberapa hari setelah Uni junta yang didukung Solidaritas dan Pembangunan Partai (USDP) memenangkan pemilihan dilakukan setelah jeda 20 tahun, junta akhirnya setuju untuk menandatangani perintah memungkinkan pembebasan Suu Kyi, dan jangka tahanan rumah Suu Kyi berakhir pada 13 November 2010.
            Sedikit informasi. Kisah Aung Sang Suu Kyi banyak sekali di ceritakan di dunia. Bahkan kisah perjuangan dan kehidupan pribadinya serta pemikiranya banyak di rilis dalam bentuk buku-buku. Agar kita dapat mengetahui perjuangan Suu Kyi dapat dilihat di filmnya yang berjudul The Lady. Kisah dalam film tersebut tidak memiliki akhir karena perjuangan beliau masih berlanjut hingga sekarang ini dan dalam film tersebut banyak sekali video documenter asli yang berhubungan dengan beberapa peristiwa sejarah penting di Burma pada masa itu.